Selasa, 26 Juni 2012

Dalam Kerelaanku


Dan sampai saat ini aku masih tetap setia menanti,

Bukan karena ketegaranku dalam bertahan namun karna rahmat-Nya mengajarkan sabar..

Bukan kerna cintaku padamu namun kerna cintaku pada-Nya. Yang membuat aku tetap bertahan pada pendirianku ini..

Jika kerna cinta… Sesungguhnya cinta itu sudah tak ada. Yang ada pada diriku adalah imanku yang menuntunku agar selalu patuh padamu. Kerna aku telah melupakanmu dalam kesendirianku.

Hadirmu dalam hidupku mengisahkan berjuta cerita.

Sudah kurasakan sakit

Sudah ku telan pahit

Sudah ku rasakan bahagia

aku bertahan..

Kerna kaulah orang yang telah membuka gerbang cahaya dari sisi gelapku

Menuntunku hingga mengenal manisnya iman dan indahnya islam

Tapi kini… Aku harus melupakanmu dalam mahabbahku

Namun begitu sukar..

Kerna masih ada senyum tulusmu dalam ingatanku

Masih ada candamu saat beranjak tidur.

Dan takdir telah memisahkan.

Meski masih ada rasa ingin bersama di antara kita

Namun harus…

Kerna ini yang terbaik untuk kita. Meski terburuk dimata mereka

Pergilah.. Telah kurelakan engkau Dalam Dekapan Cintanya.

Dan biarkanlah aku disini dengan sakit ini.

Kerna sekarang aku mulai menyadari

Cinta bukanlah sebuah hak kepemilikan namun sebuah amanah dalam titipan

Pergilah dan lupakanlah aku yang pernah hadir dalam hidupmu.

Meski terpaksa harus ku ingkari janji tuk menua denganmu.

Yang ku inginkan adalah keselamatanmu di Yaumul Mizan.
Karena aku takut akan ketidak adilanmu membagi cinta antara aku dan dia.

Harta.. Benda.. Mungkin bisa sama engkau berikan.

Namun cinta..

Cinta takkan pernah bisa sama untuk dibagikan.

Maka dari itu.. Ku mudahkan pertanggungjawabanmu..

Meski sakit.. Meski pahit..  Namun telah ku coba tuk ikhlas.

Pergilah kau yang kucinta..

Pejamkanlah matamu dan lupakanlah aku..

Dan biarkanlah aku disini

Dalam mencoba....
menghayati makna dari semua ini.


Kubiarkan Rasa ini mengalir hingga ke samudera..
Ada Rindu yang membara..
Ada Hati yang merana..
Terkadang mencintai tak harus memiliki..
Ku syujud dalam malam..
Ku kubur dalam dalam..
Dan kubiarkan menjadi kenangan..



Sabtu, 09 Juni 2012

=*= INIKAH BAHAGIAKU =*=





 Luka itu masih menari anggun...
 Bernyanyi ceria dengan nada nada sumbang...
 Memandang acuh....
 Pada jerit batin yang ku lontar....

 Huuuffttt....
 Seakan aku pun tak lagi mengerti....
 Apa mau hatiku ini...
 Kenapa begitu suka tuk di sakiti...
 Sedang lelahnya tlah kurasa merambah diri...

 Ya Allah...
 Ini kah bahagiaku??
 Menikmati duka yang tiada habisnya...

 Inikah bahagiaku??
 Membiarkannya membagi hati....
 Dan berharap....
 Secuil rasa tak akan pergi....

 Ini kah bahagiaku??
 Yang berusaha meraihnya....
 Meski letih kurasa....
 Walau tertatih pun tak mengapa...

 Ya Allah....
 Jika memang ini benar adanya....
 Buatlah ku tegar menghadapinya...

 Walau harus tersenyum hampa,..
 tetap bahagia meski menyanyi dan menari bersama luka....

 Sumber Source FP : BENIH CINTA dalam PUISI ASMARA

Senin, 30 April 2012

Empat Hal yang sudah ditentukan Allah








Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits shahih yang berbunyi:

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ الله ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِكَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ . 


Diriwayatkan dari bapak Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Mas’ud ra. Katanya: Telah menceriterakan kepada kami Rasulullah saw ( orang yang selalu benar dan dibenar kan) :”sesungguhnya salah seorang dari kamu sekalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat pulah hari berupa air mani. Kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari. Lalu diutus seorang malaikat kepada janin tersebut dan ditiupkan ruh kepadanya dan malaikat tersebut diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yaitu: menulis rizkinya, batas umur-nya, pekerjaannya dan kecelakaan atau kebahagiaan hidupnya”.



Hadits di atas ini adalah berita dari Allah swt. kepada seluruh manusia lewat Rasulullah saw yang menerangkan bahwa hakekat dari rizki, umur, pekerjaan dan kebahagiaan atau kecelakaan termasuk jodoh telah ditentukan oleh Allah SWT sebelum seseorang lahir ke dunia. Apapun yang telah Allah ketahui dan tetapkan pada setiap manusia maka tidak akan pernah berubah, dan hanya Allah lah yang mengetahui apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi. Tetapi meskipun demikian bukan berarti kita hanya tinggal menunggu, malas-malasan dengan alasan sudah ditentukan. Karena hanya Allahlah yang tahu hakikatnya. Oleh karena itulah Allah dan Rasulnya menyuruh setiap orang untuk terus berikhtiar, berusaha serta melakukan pekejaan yang dapat mengantarkan dirinya kepada cita-citanya, setiap orang muslim harus berpegangan kepada rahmat Allah yang sangat luas yang dengan rahmat tersebut Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan dan menuruti keinginannya. Kemudian setelah orang muslim tersebut berusaha dan cita-citanya belum tercapai, baru dia ber-sandar kepada hakekat, agar jiwanya tidak stres.



DAPATKAH KETENTUAN ITU DIUBAH.

Mungkin terdetik didalam pikiran kita sebuah pertanyaan, apakah hal-hal yang telah ditentukan oleh Allah SWT bisa diubah atau tidak? Sebagai contoh apakah umur kita bisa bertambah panjang atau tidak?

 Rasulullah SAW bersabda:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (من سره أن يبسط له في رزقه أو ينسأ له في آثره فليصل رحمه) رواه البخاري


Kira-kira artinya Diriwayatkan dari Anas bin Malik R.A ia berkata:” saya mendengar Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang ingin di lancarkan rezkinya atau dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturrahmi”. (HR. Bukhori)



Dari hadits ini kita bisa pahami bahwa orang yang menyambung silaturrahmi akan Allah lancarkan rezkinya dan akan dipanjangkan umurnya. Artinya rezki dan umur bisa berubah dengan menyambung tali silaturrahmi.



Secara sekilas kalau kita perhatikan hadits ini bertentangan dengan ayat-ayat alquran dan hadits2x Rasulullah yang menjelaskan bahwa azal, rizki dan lainnya tidak bisa dirubah, seperti firman Allah SWT:

 فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون

Ayat ini dengan tegas menjelaskan bahwa tatkala azal tiba maka tak seorang pun yang bisa mengundurkan untuk sesaat maupun mempercepatnya.


Sebenarnya hadits dan ayat tersebut tidak bertentangan. Karena kita bisa mengambil titik temu antara keduanya. Dalam hal ini sedikitnya ada dua kemungkinan:

· Pertama, maksud tambahan umur didalam hadits tersebut dalam arti kinayah yang maksudnya berkah, artinya umurnya akan bertambah berkah karena ketaatan kepada Allah SWT termasuk didalamnya menyambung silaturrahmi. Menyambung silaturrahmi adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan orang yang menyambung silaturrahmi namanya akan harum dan diingat orang lain meskipun ia telah meniggal dunia. Sama seperti orang yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, orang yang bersedekah jariyah, dan orang yang memiliki keturunan yang shaleh yang mendoakannya.



· Kedua, mungkin juga maksud dari tambahan dalam hadits diatas adalah dalam arti yang sesungguhnya, artinya rizki dan umurnya bertambah. Tetapi penambahan disini dalam ruang lingkup pengetahuan malaikat. Adapun ayat diatas dalam ruang lingkup pengetahuan Allah. Jadi seakan-akan Allah berkata kepada malaikat:” umur sifulan 100 tahun jika ia menyambung silaturrahmi dan 60 tahun jika tidak menyambung silaturrahmi. Padahal Allah telah mengetahui sebelumnya apakah sifulan nanti menyambung silaturrahmi atau tidak. Jadi penambahan dan pengurangan hanya terjadi dalam ruang lingkup pengetahuan malaikat saja. (Fathu Al Baari juz 11 halaman 473). Pendapat pertama kelihatannya lebih tepat untuk hadits diatas.



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin ketika menjelaskan hadits diatas dalam salah satu fatwanya ia mengatakan :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bermaksud menganjurkan umat ini untuk melakukan sesuatu yang mengandung kebaikan. Seperti kita mengatakan ; siapa yang ingin memiliki anak, hendaklah ia menikah. Nikah telah ditetapkan, demikian pula anak telah ditetapkan. maka apabila Allah menghendaki anda memiliki anak, berarti Dia menghendaki anda menikah. Demikian pula rizki telah ditetapkan sejak azali dan juga telah ditetapkan bahwa anda akan menyambung tali silaturahim. Akan tetapi anda tidak mengetahui tentang persoalan ini, maka Nabi memotivasi dirimu. Dan Nabi menjelaskan apabila anda menyambung tali silaturahim maka Allah akan melapangkan rizki anda dan memanjangkan umur anda pula”.



Rezki, umur, pekerjaan, kebahagiaan termasuk jodoh memang telah Allah tetapkan dan ketetapan Allah tidak akan pernah berubah. Tetapi siapa yang tahu isi ketetapan tersebut? Oleh karena itulah kita diperintahkan untuk terus berusaha, berdoa dan bertawakkal kepadaNya. Carilah rezki sebanyak-banyaknya, bekerjalah semampumu, cari jodoh yang sebaik-baiknya tapi ingat semua itu harus berada dalam ruang lingkup syari’at islam. Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan beribadahlah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok pagi. Wallohua’lam.



Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Jumat, 27 April 2012

Yaa Rabb... buat aku redho dengan ketentuan Mu..

Bismillah...

Telah ku tinggalkan cemburu di sudut kamar gelap ku...
Telah ku hanyutkan duka yang mengalir dari sudut mata ku...
Telah ku kabarkan lewat angin tentang segala catatan Hati yang terhampar
disetiap jengkal dalam tahajud dan sujud panjang ku... (asma'..)


Sungguh....
tak pernah terlintas di benak ku pada akhirnya akan menjadi begini.
Dulu ku kira hanyalah senda dan gurauan mu
untuk membuktikan kesungguhan cinta ku terhadap mu.
Namun...
kini tinggal menunggu waktu...
esok hari...

Aku tak tau...
Apakah aku sanggup untuk kuat, tegar dan bertahan
diantara pecahan dan kepingan-kepingan hati dan perasaan ku.
Perlahan...
aku harus memungut dan menyusunnya kembali
tapi...
retakan demi retakan takkan bisa ku rekat kuat
agar ia menjadi seperti semula.

Maafkan aku...
Hatiku telah hancur....
Ku akui...
Aku lemah..
Air mata cukuplah menjadi teman setia ku
Tangisan jiwa yang tak sanggup lagi untuk di bendung.
Jiwa yang menjadi ringkih karena kecewa.

Engkau belahan jiwa ku..
Masih segar di ingatan ku, saat ikrar suci mitsaqan gholizan itu
terucap hingga menyatukan kita.
Kini...
ikrar itu akan engkau ucapkan lagi untuk kali ke 2
tapi....
itu bukan dengan ku, melainkan dengan seorang wanita yang akan
menjadi madu ku.

Duhai belahan jiwa ku
Sedikit pun ku tak pernah menganggap dia (madu)ku adalah musuh.
Karena aku tau dia adalah wanita yang baik dan sholeha.
Tapi...., aku hanya manusia biasa dan seorang wanita lemah.
Bagaimanapun hati dan perasaaan ku pasti terluka.
Separuh jiwaku kini tlah hilang bersama terwujudnya sebuah impian yang engkau idamkan.

Hari ini...
telah ku persiapkan segala sesuatu untuk keperluan mu.
Seperangkat alat sholat sebagai mahar untuk madu ku, telah ku susun rapi dalam kotak
berbentuk LOVE.
Setelan baju untuk mu yang akan kau pakai di hari aqad mu.
Ku padupadankan dengan gaun setelan jubah plus cadar yang akan dikenakan olehnya,
agar engkau dan dia terlihat serasi di hari terindah itu.

Kini... ku iringi setiap langkah waktu dalam detik-detik yang terus berlalu bersama air mata ku.
Ku kan terus berusaha untuk tetap tegar dalam setiap episode hidup ku.
Ku kan berusaha untuk membuat hati ini redho atas taqdirNya.

Ya Rabbul izzati...
Tolonglah aku....
Jika sememang ini adalah urusan yang baik untuk ku, dunia ku, agama ku dan akhirat ku...
Buatlah aku ridho dengan segala keputusan dan ketentuan Mu yaa Rabb...
Ku lakukan semua ini karena Mu...
Karena aku tak mau dan tak ingin menjadi hambaMu yang ingkar.
Aku tau engkau pasti memeberikan sesuatu yang indah untuk ku.

Yaa Rabb...
Kuatkanlah aku....
agar aku bisa menjalani sisa hidupku hanya dengan mengharap ridhoMu.

Untuk mu yaa zawji...
terimakasih atas segalanya...
engkau kan tetap menjadi suami ku yang terhebat dan kan ku pinta pada Rabb ku
agar kita di satukan di JannahNya.

Barakallahulaka wabaraka'alayka wajama'a bainakuma fii khoir.





Rabu, 25 April 2012

*~~~~* Allah Mengajarkan Cinta *~~~~*





 Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai 
 Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu, 
 Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu 
 Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka 
 Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta 


 Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata 
 Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana 
 Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
 Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu 
 Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya 


 Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia 
 DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy 
 Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah 
 Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya 
 Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu, 
 satu jam bersama serasa satu menit saja 


 Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah 
 Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi 
 Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya 
 Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia 
 Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran 


 Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah 
 Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu 
 Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas 
 Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah 
 Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki 


 Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta 
 Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya 
 Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian 
 Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai 
 Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi 


 Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu 
 Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung 
 Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan 
 Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi 
 Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki 

 Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso
 ~ Beranda Kita~

Rabu, 21 Maret 2012

BIRUL BII WALIDAIN

Orang tua bukanlah barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya dengan membuangnya ke panti jompo

orang tua pun bukan tempat penitipan anak bagi kita-kita (yang sudah menikah) dan yang sibuk bekerja diluar dan memerintahkan orang tua mengurusi segala urusan rumah tangga

Karena pada saat kita sukses atau kita dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah


orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, walaupun kita mungkin sering menyakiti hatinya
Namun Ayah dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita

Dan bila ada diantara kita yang merasa membenci seorang diantaranya (ayah atau ibu) hanya atas ketidak mampuan mereka atau karena kondisi mereka meninggalkan kita dan terpisah, maka janganlah membenci satu di antaranya

Tidak mudah
gak enak rasanya jika hidup tanpa keutuhan rumah tangga, namun jika di ambil sudut pandang sisi positifnya, insyaAlloh ada kekuatan di dalamnya

COBA KITA FLASHBACK
Siapa sih orang-orang yang memiliki ketegaran tekat kuat dan mau bekerja keras merubah masa depannya menjadi lebih baik???

rata-rata mereka adalah orang-orang yang gak mampu dan tersakiti atau malah dizolimi, dan dengan semangat kuat memohon ridho Alloh serta orang tua mereka rata-rata menjadi orang yang sukses!!!
karena mereka tidak ingin masa susah dan pahit mereka dimasa lalu terulang di hari tuanya nanti, oleh karena itu, tetap hargai dan tahan emosi jika kita merasa tidak cocok atau sepaham dengan orang tua, ambil sisi baik di dalamnya dan insyaAlloh akan ada jalan keluar membuka tabir kalam kita menyongsong dunia baru.
Tidak lebih semua karena restu orang tua, atau doa anak-anak shalih bagi orang tua yang terjebak dalam kemaksiatan, disinilah letak pengabdian seorang anak..InsyaAlloh....


Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup
Mintalah maaf dan restu darinya...

Namun jika berjauhan, cobalah minta izin dan restu dari mereka via call....
rasakan sentuhan doa mereka yang tersirat menembus sanubari....
 

Senin, 19 Maret 2012

Aku apa adanya, Aku Wanita Biasa

Bismillah.....

Kepadamu yang telah menjadi pendamping hidupku
Telah ku ikhlaskan sisa hidupku untuk ku jalani bersamamu
Terimakasih sudah memilihku, diantara ribuan bidadari yang jauh lebih siap untuk kau pilih.
Aku hanya wanita biasa yang jauh dari sempurna, dan engkaupun tau akan hal itu.
Jangankan mengimpikan mu, berharap saja ku tak berani untuk bisa dekat dengan mu.
Karena ku menyadari dan mengukur diri ini, aku bukanlah yang engkau mau dan yang kau harapkan.
Aku mohon maaf mu, bila suatu saat engkau menemukan sesuatu yang jelek ddalam diri ku.
Karena ku wanita biasa yang tak sempurna.


Maka ketahuilah...., kepadamu yang telah memilihku...
Aku tak sebijak bunda Khadijah..., karenanya ku ingin kau tau...
aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan.
Maka...ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku.
Jangan marah pada ku, nasehati aku dengan hikmah, karena bagiku engkaulah pemimpinku
aku tak kan berani membangkang padamu...
Engkau lah syurga atau neraka ku, karena murka mu adalah murka para penduduk langit
bahkan Rabb ku. 


Duhai engkau pujaan hati ku..
Aku ingin selalu membuatmu senang terhadapku, menyejukkan mata, hati dan fikiranmu.
Tapi.., ingatlah... tak selamanya aku akan tampak cantik di mata mu. 
Ada kalanya aku akan kusam, jelek dan kucel karena ku ingin mengabdi pada mu sebab ridho Rabbku. 
Mungkin aku akan begitu sibuk dengan tugas ku sebagai bidadarimu di baiti jannati kita.
Agar engkau dan malaikat malaikat kecil kita dapat tinggal dengan nyaman.
Terkadang..., maaf karena mungkin aku tak sempat berdandan agar terlihat cantik saat menyambut mu sepulang kerja.
Ataukah engkau akan menemukanku begitu lemah dan terkantuk kantuk saat mendengar keluh kesah dan ceritamu.
Bukan karena aku tak suka, malah aku sangat ingin menjadi teman curhat mu tempat engkau menumpahkan segala rasa mu.
Mungkin karena aku tak tidur dan istirahat demi mnjaga malaikat-malaikat kecil kita yang rewel, saat engkau tertidur pulas dan nyenyak, ku pandangi wajahmu duhai kekasih hati ku..., terimakasih karena telah memilihku, dan aku tau engkaupun letih dalam mengais rezeki untuk kesejahteraan kita.
Maka.., aku pun tak mau mengusik sedikitpun lelap mu dengan tangisan sikecil.  

Wahai engkau yang melumpukan hatiku...
ketahuilah, bahwa aku tak sesabar Fatimah...
adakalanya engkau akan menemukanku dengan amarah dan cemburu, menagis tak tekontrol.
Itu bukan karena aku tak patuh padamu, tapi aku hanyalah wanita biasa, yang juga butuh tempat untuk ku menyandarkan kepala 
untuk menumpahkan beban hatiku, tempat melepaskan penatku dan mungkin saat itu aku tak menemukan mu ada disisiku, 
karena engkau sibuk bekerja wahai pujaan hati ku.
Maka..., aku mohon bersabar lah akan sikapku, karena yang ku butuhkan hanyalah pelukan, belaian dan dekapan hangat mu.
Bagiku..., engkau adalah tetesan embun yang menyejukkan dalam segala resahku.

Duhai engkau yang tlah menjadi imam ku..., aku tak secerdas Aisyah...
maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku, menuntunku menuju Rabb kita. 
Terkadang aku menjadi bebal dan dhoif, jangan lah engkau letih untuk mengajari aku. Jangan lah sungkan untuk membangunkan aku di sepertiga malam untuk bermunajat pada Sang pemilik Cinta.
Jangan lah letih dalam memngingatkan aku, agar kita terus bersama sama mencari pahala dalam amalan2 sunnah.
Bimbing dan pimpinlah aku ke Jannah Nya, semoga kita dikumpulkan kembali disana. 

Duhai engkau kekasih hati, belahan jiwa, separuh nafas ku...
seiring berjalannya waktu..., engkau akan menemukan aku dengan rambut yang mulai memutih, kulit yang keriput, tangan yang kasar dan  tubuh yang tak berbentuk.
Aku sudah tak muda lagi...
dan aku pun sudah tak lagi menyenangkan pandangan mu. 
Janganlah engkau enggan untuk melihat ku.
Engkau lah kekuatan ku...
Cintailah aku apa adanya diriku..,dengan segala kekurangan yang ada dalam diri ku.

Kasih ku....
Skali lagi....maafkan lah aku....
Bila ku tak sesuai dengan harapanmu..
Maafkanlah aku karena ku tak sempurna
Karena aku hanya wanita biasa yang apa adanya.