Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

BIRUL BII WALIDAIN

Orang tua bukanlah barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya dengan membuangnya ke panti jompo

orang tua pun bukan tempat penitipan anak bagi kita-kita (yang sudah menikah) dan yang sibuk bekerja diluar dan memerintahkan orang tua mengurusi segala urusan rumah tangga

Karena pada saat kita sukses atau kita dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah


orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, walaupun kita mungkin sering menyakiti hatinya
Namun Ayah dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita

Dan bila ada diantara kita yang merasa membenci seorang diantaranya (ayah atau ibu) hanya atas ketidak mampuan mereka atau karena kondisi mereka meninggalkan kita dan terpisah, maka janganlah membenci satu di antaranya

Tidak mudah
gak enak rasanya jika hidup tanpa keutuhan rumah tangga, namun jika di ambil sudut pandang sisi positifnya, insyaAlloh ada kekuatan di dalamnya

COBA KITA FLASHBACK
Siapa sih orang-orang yang memiliki ketegaran tekat kuat dan mau bekerja keras merubah masa depannya menjadi lebih baik???

rata-rata mereka adalah orang-orang yang gak mampu dan tersakiti atau malah dizolimi, dan dengan semangat kuat memohon ridho Alloh serta orang tua mereka rata-rata menjadi orang yang sukses!!!
karena mereka tidak ingin masa susah dan pahit mereka dimasa lalu terulang di hari tuanya nanti, oleh karena itu, tetap hargai dan tahan emosi jika kita merasa tidak cocok atau sepaham dengan orang tua, ambil sisi baik di dalamnya dan insyaAlloh akan ada jalan keluar membuka tabir kalam kita menyongsong dunia baru.
Tidak lebih semua karena restu orang tua, atau doa anak-anak shalih bagi orang tua yang terjebak dalam kemaksiatan, disinilah letak pengabdian seorang anak..InsyaAlloh....


Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup
Mintalah maaf dan restu darinya...

Namun jika berjauhan, cobalah minta izin dan restu dari mereka via call....
rasakan sentuhan doa mereka yang tersirat menembus sanubari....
 

Sabtu, 10 Maret 2012

** Wahai Asma, Baktimu Pada Suamimu Sungguh Mengagumkan!**

Bimillahirrohmanirrohim


Duhai Asma, engkau adalah wanita mulia yg baktimu pada suamimu sungguh mengagumkan wajib di tiru & diamalkan wanita-wanita muslimah yg sangat mengharapkan pahala & keridhaan Allah swt.
Berapa banyak saudarimu ini yg sangat mengharapkan hidup mulia & jauh dari kesulitan hidup dg menikah. Berapa banyak para wanita bermimpi bahwa dg menikah segala kesulitan hidup akan teratasi? Berapa banyak para wanita mengharapkan kemudahan hidup dari suaminya? Berapa banyak wanita yg mengeluh karena tdk mendapatkan apa yg mereka impikan setelah menikah? Berapa banyak para gadis mengharapkan "sang pangeran" menjemputnya dg kendaraan mewah dan rumah megah?
Kisahmu adalah kenyataan hidup yang engkau jalani dan alami, betapa beratnya hidup ini harus dijalani dg keikhlasan & keredhaan. Betapa pandainya engkau menjaga hati suamimu, engkau menyadari kecemburuannya. Engkau menyadari dan tahu betul ketidak sukaan Zubeir bila engkau menerima tawaran Rasulullah untuk ikut naik menunggang onta di belakangnya. Maka engkau berusaha menjauhinya. Karena satu yang engkau inginkan, yaitu engkau menginginkan keridhaan suamimu dengan demikian engkau berhak mendapatkan keredhaan pemilik langit dan bumi ini. Dan, memang engkau telah mendapatkannya wahai Asma. Selamat untukmu

Wahai ukhti muslimah, wahai para istri yang diamanahi suami oleh Rabbmu simaklah kisah Asma berikut ini


~ Asma berkata: "Zubair telah menikahiku sedangkan dia tidak mempunyai kekayaan dimuka bumi, selain seekor kuda, & aku senantiasa memberikan makan kudanya, mencukupi persiapan makanannya, & mencarikan rumput untuk kudanya, serta menumbuk biji kurma untuk makan kudanya, juga mengambil air & memperbaiki ember tempat minumnya, serta menumbuk gandum untuk membuat roti, krn aku kurang mahir membuat roti maka beberapa orang tetanggaku dari wanita-wanita Anshar yg membuatkan roti untukku. Mereka ini semua adalah wanita yg jujur (baik).”


~ Kata Asma: “Aku juga menjunjung (mengusung) buah kurma di atas kepalaku dari kebun yang dijatahkan Rasulullah kepada Zubair sejauh dua pertiga farsakh (sekitar 2 km). “


~ Asma berkata: “Pada suatu hari aku pulang dengan mengusung buah kurma diatas kepalaku, kemudian aku bertemu dengan Rasulullah shalallahu alihi wassalam beserta beberapa orang sahabat beliau, lalu Rasulullah memanggilku. “

~ Beliau berucap: “ Ikh, ikh.. (menyuruh ontanya berlutut) untuk membonceng dibelakang beliau. Kata Asma (ketika bercerita kepada suaminya): “ Aku merasa malu dan aku mengerti bahwa engkau adalah pencemburu.”
Suaminya menjawab: “Demi Allah, sungguh engkau mengusung kurma diatas kepalamu adalah lebih aku sukai daripada kamu naik onta bersama Rasulullah".

~ Asma berkata: “Setelah peristiwa itu, Abu Bakar (ayahku) mengirimkan seorang pelayan sehingga aku tidak lagi turut mengurus kuda dan aku terbebas dari kerja berat.”

(HR. Muslim no.1436, Bukhari no.4973 lihat pula Fathul Bari jilid 10/400 hadits no.5224).
_____________
Bahan Rujukan:
* Fathul Baari,juz 10, Ta'liq Syaikh Ibnu Baaz, Daarul Fikr, Beirut, Lebanon.
* Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.
* Tarjamah Shahih Bukhari, Asy-Syifa, Semarang.

Selasa, 06 Maret 2012

Romantisnya Rasulullah SAW


Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga.
Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah ‘heboh’, tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan tentunya.

Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu.Namun sepertinya, ada hal yang sering terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam urusan romantisme berumah tangga? Sehingga Nabi SAW karena romantismenya yang luar biasa terhadap para istri beliau tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.

Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua, rumah tangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami.
Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita kurang romantis!

Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.
Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya.

Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?”. Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti”
Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.
Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya”. Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.

Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.

Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.
Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. “Wahai si pipi kemerah-merahan” adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah.
Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan berumah tangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya.

Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa.
Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumah tangga kita?
Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu?

Dari eramuslim.com