Minggu, 11 Maret 2012
Di Setiap Kesulitan ada Kemudahan
Bismillah
Sahabat saudaraku fillah..
Allah menciptakan dunia ini sebagai ujian bagi manusia. Terkadang dalam bentuk kesenangan dan di lain waktu dalam bentuk kesulitan. Demikian keadaan ini silih berganti. Tak kan selamanya kita senang dan tak kan selamanya kita sedih. Ingatlah sebuah pepatah “ kegagalan dan kesulitan hari ini bukan berarti kita akan sulit dan gagal untuk esok hari . Dan kemenangan atau kesenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan atau kesenangan yang abadi selamanya .” Maka hadapilah dan nikmatilah keadaan ini sebagai bumbu kehidupan agar lebih berwarna dan lebih bermakna. Ibarat lukisan tak kan indah jika hanya satu warna yang ada. Demikian juga dengan kehidupan tak kan indah jika hanya kesulitan atau kesenangan yang mendominasi. Segalanya selalu berputar sesuai dengan irama kehidupan. Jika hari ini kita tertimpa musibah atau kesulitan yakinlah bahwa keadaan ini hanya sementara , akan ada waktunya kesenangan dan kebahagiaan menyapa, maka hadapi dengan kesabaran karena ini bukanlah siksaan namun sebagai penghapus atas segala dosa dan bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk kematangan diri menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan ingatlah bahwa nikmat-Nya masih lebih banyak daripada kesulitan yang mendera. Dengan demikian akan melahirkan rasa tentram dan bahagia karena rasa syukur yang masih tersisa sehingga bukan hanya derita yang menyertainya. Jika hari ini kita ditimpa kesulitan yakinlah akan kasih sayang Allah bahwa Dia tidak akan membebani makhluk-Nya di luar batas kemampuan. “ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. Al-Mu’minun : 62 ).
Sesungguhnya orang yang beriman akan meyakini bahwa di setiap kesulitan yang mendera ada karunia Allah berupa kemudahan sepanjang dirinya istiqamah dalam ketaqwaan .“..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan( keperluan ) nya...( QS. Ath- Thalaq : 2-3 ).
Di kala kita menghadapi berbagai permasalahan dan kesulitan hidup belajarlah untuk mengendalikan diri agar tidak tenggelam dalam sikap putus asa. Teruslah berharap akan kemurahan dan kasih sayang Allah. Yakinlah bahwa di balik kesulitan ada kemudahan dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” ( QS. Al – Insyirah : 5-6 ).
Demikian juga ketika kita diliputi oleh suasana bahagia janganlah tenggelam dalam sikap hidup yang berlebihan, karena akan ada masanya kesedihan juga ikut menyapa.
Demikianlah sahabat saudaraku fillah, semoga kita selalu istiqamah dalam ketaqwaan kepada Allah sehingga dalam mengarungi hidup ini diliputi oleh suasana tentram, aamiin.
♥.•*•. ♥ (`'•.¸♥ ¸.•'´) ♥ .•*•.♥
Yuuukk....Shalat Dhuha...!!!
Shalat Dhuha = Sedekah dengan Seluruh Persendian
============================== ========================
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita lihat penjelasan hadits ini.
Makna 'Sulama'
(سُلاَمَى) bermakna persendian. Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah tulang.Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan bahwa (سُلاَمَى) adalah persendian dan anggota badan.
Dinukil oleh Ibnu Daqiq Al ‘Ied bahwa Al Qadhi ‘Iyadh (seorang ulama besar Syafi’iyyah) berkata, “Pada asalnya kata (سُلاَمَى) bermakna tulang telapak tangan, tulang jari-jari dan tulang kaki. Kemudian kata tersebut digunakan untuk tulang lainnya dan juga persendian”.Terdapat hadits dalam shohih Muslim bahwa tubuh kita ini memiliki 360 persendian. Di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ
“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)
Ajaibnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Inilah yang terdapat dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para dokter saat ini juga mengatakan seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan. Maka hal ini menunjukkan bahwa risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar.
Setiap Hari Kita Memiliki Kewajiban Bersedekah dengan 360 Persendian
(كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ) bermakna setiap hari diwajibkan bagi anggota tubuh kita untuk bersedekah. Yaitu diwajibkan bagi setiap persendian kita untuk bersedekah. Maka dalam setiap minggu berarti ada 360 x 7 = 2520 sedekah. Akan tetapi dengan nikmat Allah, sedekah ini adalah umum untuk semua bentuk qurbah (pendekatan diri pada Allah). Setiap bentuk pendekatan diri kepada Allah adalah termasuk sedekah. Berarti hal ini tidaklah sulit bagi setiap orang. Karena setiap orang selama dia menyukai untuk melaksanakan suatu qurbah (pendekatan diri pada Allah) maka itu akan menjadi sedekah baginya sebagaimana disebutkan dalam lanjutan hadits di atas.
Faedah dari hadits ini menunjukkan setiap orang wajib bersedekah dengan setiap anggota badannya pada setiap harinya mulai dari matahari terbit. Karena perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (عَلَيْهِ صَدَقَةٌ) menunjukkan wajibnya. Bentuk dari hal ini adalah setiap orang harus bersyukur kepada Allah setiap paginya atas keselamatan pada dirinya baik keselamatan pada tangannya, kakinya, dan anggota tubuh lainnya. Maka dia bersyukur kepada Allah karena nikmat ini.
Kalau ada yang mengatakan hal seperti ini sulit dilakukan karena setiap anggota badan harus dihitung untuk bersedekah?
Jawabannya : Nabi telah memberikan ganti untuk hal tersebut yaitu untuk mengganti 360 sedekah dari persendian yang ada. Penggantinya adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Dhuha sebanyak 2 raka’at.
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »
“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 1704)
Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan, “Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua raka’at shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing. ”
An Nawawi dalam Syarh Muslim 3/47 mengatakan,
. وَفِيهِ دَلِيل عَلَى عِظَم فَضْل الضُّحَى وَكَبِير مَوْقِعهَا ، وَأَنَّهَا تَصِحُّ رَكْعَتَيْنِ
“Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan tentang agung dan mulianya shalat Dhuha dan menunjukkan pula besarnya kedudukannya. Dan shalat Dhuha boleh dilakukan hanya dengan 2 raka’at.”
Dari hadits Abu Dzar di atas menunjukkan bahwa boleh untuk terus menerus dalam mengerjakan shalat Dhuha.
Waktu Mengerjakan Shalat Dhuha dan Jumlah Raka’atnya
Adapun waktu mengerjakannya adalah ketika matahari sudah setinggi tombak dilihat dengan mata telanjang hingga dekat dengan waktu matahari bergeser ke barat yaitu kira-kira 1/3 jam (20 menit) setelah matahari terbit hingga 10 atau 5 menit sebelum matahari bergeser ke barat.
Dan jumlah raka’at minimal adalah 2 raka’at tanpa ada batasan raka’at maksimal. Inilah yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.
Namun, Ibnu Qudamah dalam Al Mughni 3/322, menyebutkan bahwa jumlah raka’at minimal untuk shalat Dhuha adalah 2 raka’at sedangkan maksimalnya adalah 8 raka’at. Hal ini berdasarkan hadits muttafaqun ‘alaih dari Ummu Hani,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ ، وَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ ، فَلَمْ أَرَ صَلَاةً قَطُّ أَخَفَّ مِنْهَا ، غَيْرَ أَنَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahnya ketika Fathul Makkah. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 8 raka’at. Maka aku tidak pernah melihat beliau shalat seringan itu kecuali beliau menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.”
Demikian pembahasan kami pada posting kali ini. Semoga kita selalu dimudahkan oleh Allah untuk melakukan dan mengkontinuikan amalan yang satu ini.
Rujukan: Syarh Arba’in, Syaikh Ibnu Utsaimin; Al Mughni, Ibnu Qudamah, dan syarh hadits Arba’in lainnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel: http://pengusahamuslim.com/
==============================
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita lihat penjelasan hadits ini.
Makna 'Sulama'
(سُلاَمَى) bermakna persendian. Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah tulang.Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan bahwa (سُلاَمَى) adalah persendian dan anggota badan.
Dinukil oleh Ibnu Daqiq Al ‘Ied bahwa Al Qadhi ‘Iyadh (seorang ulama besar Syafi’iyyah) berkata, “Pada asalnya kata (سُلاَمَى) bermakna tulang telapak tangan, tulang jari-jari dan tulang kaki. Kemudian kata tersebut digunakan untuk tulang lainnya dan juga persendian”.Terdapat hadits dalam shohih Muslim bahwa tubuh kita ini memiliki 360 persendian. Di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ
“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 2377)
Ajaibnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Inilah yang terdapat dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para dokter saat ini juga mengatakan seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan. Maka hal ini menunjukkan bahwa risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar.
Setiap Hari Kita Memiliki Kewajiban Bersedekah dengan 360 Persendian
(كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ) bermakna setiap hari diwajibkan bagi anggota tubuh kita untuk bersedekah. Yaitu diwajibkan bagi setiap persendian kita untuk bersedekah. Maka dalam setiap minggu berarti ada 360 x 7 = 2520 sedekah. Akan tetapi dengan nikmat Allah, sedekah ini adalah umum untuk semua bentuk qurbah (pendekatan diri pada Allah). Setiap bentuk pendekatan diri kepada Allah adalah termasuk sedekah. Berarti hal ini tidaklah sulit bagi setiap orang. Karena setiap orang selama dia menyukai untuk melaksanakan suatu qurbah (pendekatan diri pada Allah) maka itu akan menjadi sedekah baginya sebagaimana disebutkan dalam lanjutan hadits di atas.
Faedah dari hadits ini menunjukkan setiap orang wajib bersedekah dengan setiap anggota badannya pada setiap harinya mulai dari matahari terbit. Karena perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (عَلَيْهِ صَدَقَةٌ) menunjukkan wajibnya. Bentuk dari hal ini adalah setiap orang harus bersyukur kepada Allah setiap paginya atas keselamatan pada dirinya baik keselamatan pada tangannya, kakinya, dan anggota tubuh lainnya. Maka dia bersyukur kepada Allah karena nikmat ini.
Kalau ada yang mengatakan hal seperti ini sulit dilakukan karena setiap anggota badan harus dihitung untuk bersedekah?
Jawabannya : Nabi telah memberikan ganti untuk hal tersebut yaitu untuk mengganti 360 sedekah dari persendian yang ada. Penggantinya adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Dhuha sebanyak 2 raka’at.
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى »
“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 1704)
Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan, “Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua raka’at shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing. ”
An Nawawi dalam Syarh Muslim 3/47 mengatakan,
. وَفِيهِ دَلِيل عَلَى عِظَم فَضْل الضُّحَى وَكَبِير مَوْقِعهَا ، وَأَنَّهَا تَصِحُّ رَكْعَتَيْنِ
“Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan tentang agung dan mulianya shalat Dhuha dan menunjukkan pula besarnya kedudukannya. Dan shalat Dhuha boleh dilakukan hanya dengan 2 raka’at.”
Dari hadits Abu Dzar di atas menunjukkan bahwa boleh untuk terus menerus dalam mengerjakan shalat Dhuha.
Waktu Mengerjakan Shalat Dhuha dan Jumlah Raka’atnya
Adapun waktu mengerjakannya adalah ketika matahari sudah setinggi tombak dilihat dengan mata telanjang hingga dekat dengan waktu matahari bergeser ke barat yaitu kira-kira 1/3 jam (20 menit) setelah matahari terbit hingga 10 atau 5 menit sebelum matahari bergeser ke barat.
Dan jumlah raka’at minimal adalah 2 raka’at tanpa ada batasan raka’at maksimal. Inilah yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.
Namun, Ibnu Qudamah dalam Al Mughni 3/322, menyebutkan bahwa jumlah raka’at minimal untuk shalat Dhuha adalah 2 raka’at sedangkan maksimalnya adalah 8 raka’at. Hal ini berdasarkan hadits muttafaqun ‘alaih dari Ummu Hani,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ ، وَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ ، فَلَمْ أَرَ صَلَاةً قَطُّ أَخَفَّ مِنْهَا ، غَيْرَ أَنَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahnya ketika Fathul Makkah. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 8 raka’at. Maka aku tidak pernah melihat beliau shalat seringan itu kecuali beliau menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.”
Demikian pembahasan kami pada posting kali ini. Semoga kita selalu dimudahkan oleh Allah untuk melakukan dan mengkontinuikan amalan yang satu ini.
Rujukan: Syarh Arba’in, Syaikh Ibnu Utsaimin; Al Mughni, Ibnu Qudamah, dan syarh hadits Arba’in lainnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel: http://pengusahamuslim.com/
Sabtu, 10 Maret 2012
Mencintailah Karena ALLAH
Wahai diri...
Jika benar engkau mencintai dia karena Allah
Cintailah dengan cara yang benar
dan..., cintai pula lah disaat yang tepat
Yaa Rabbul izzati...
Aku tak akan memaksakan diri ini untuk sebuah perasaan
Engkaulah Sang Maha pemilik hati ini...
Dia adalah jiwa yang telah engkau pilihkan untuk ku
dan dialah sesorang yang telah Engkau takdirkan utk mnjadi imamku
jadikan lah aku sesorang yang pantas untuknya
Yaa Rabb...
Karuniakanlah aku kesabaran tiada batas
Untuk ku arungi bahtera ini
Hingga sampai ke tujuan
Jangan biarkan aku terombang ambing
di lautan duka yang tak bertepi
Yaa Rabb...
Jangan biarkan aku terlena dengan cinta semu
Jika dengan menutup cinta ini menjadikan Mu ridho kpd ku
dan dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku
Maka akan ku serahkan Cinta ini kepada mu
Yaa Rabb...
Dengan kekuasaan Mu
Dengan ketentuan Mu
Dengan Kekuatan Mu
Dengan Keagungan Mu
Kuatkan lah hati ini
Teguhkan lah ia atas segala dugaan yang Engkau beri
Sesungguhnya.., hanya atas pertolongan dari Mu
diri ini menjadi kuat
Untuk ku hadapi dan ku jalani bahtera itu
Aku sadar...
Sehebat apapun cinta ini...
Sekuat apapun rasa ini...
tak kan mampu menyelamatkan ku di hari perhitungan nanti
Karena....Hanya Cinta Mu lah yang abadi..
Jika benar engkau mencintai dia karena Allah
Cintailah dengan cara yang benar
dan..., cintai pula lah disaat yang tepat
Yaa Rabbul izzati...
Aku tak akan memaksakan diri ini untuk sebuah perasaan
Engkaulah Sang Maha pemilik hati ini...
Dia adalah jiwa yang telah engkau pilihkan untuk ku
dan dialah sesorang yang telah Engkau takdirkan utk mnjadi imamku
jadikan lah aku sesorang yang pantas untuknya
Yaa Rabb...
Karuniakanlah aku kesabaran tiada batas
Untuk ku arungi bahtera ini
Hingga sampai ke tujuan
Jangan biarkan aku terombang ambing
di lautan duka yang tak bertepi
Yaa Rabb...
Jangan biarkan aku terlena dengan cinta semu
Jika dengan menutup cinta ini menjadikan Mu ridho kpd ku
dan dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku
Maka akan ku serahkan Cinta ini kepada mu
Yaa Rabb...
Dengan kekuasaan Mu
Dengan ketentuan Mu
Dengan Kekuatan Mu
Dengan Keagungan Mu
Kuatkan lah hati ini
Teguhkan lah ia atas segala dugaan yang Engkau beri
Sesungguhnya.., hanya atas pertolongan dari Mu
diri ini menjadi kuat
Untuk ku hadapi dan ku jalani bahtera itu
Aku sadar...
Sehebat apapun cinta ini...
Sekuat apapun rasa ini...
tak kan mampu menyelamatkan ku di hari perhitungan nanti
Karena....Hanya Cinta Mu lah yang abadi..
** Wahai Asma, Baktimu Pada Suamimu Sungguh Mengagumkan!**
Bimillahirrohmanirrohim
Duhai Asma, engkau adalah wanita mulia yg baktimu pada suamimu sungguh
mengagumkan wajib di tiru & diamalkan wanita-wanita muslimah yg
sangat mengharapkan pahala & keridhaan Allah swt.
Berapa banyak
saudarimu ini yg sangat mengharapkan hidup mulia & jauh dari
kesulitan hidup dg menikah. Berapa banyak para wanita bermimpi bahwa dg
menikah segala kesulitan hidup akan teratasi? Berapa banyak para wanita
mengharapkan kemudahan hidup dari suaminya? Berapa banyak wanita yg
mengeluh karena tdk mendapatkan apa yg mereka impikan setelah menikah?
Berapa banyak para gadis mengharapkan "sang pangeran" menjemputnya dg
kendaraan mewah dan rumah megah?
Kisahmu adalah kenyataan hidup yang
engkau jalani dan alami, betapa beratnya hidup ini harus dijalani dg
keikhlasan & keredhaan. Betapa pandainya engkau menjaga hati
suamimu, engkau menyadari kecemburuannya. Engkau menyadari dan tahu
betul ketidak sukaan Zubeir bila engkau menerima tawaran Rasulullah
untuk ikut naik menunggang onta di belakangnya. Maka engkau berusaha
menjauhinya. Karena satu yang engkau inginkan, yaitu engkau menginginkan
keridhaan suamimu dengan demikian engkau berhak mendapatkan keredhaan
pemilik langit dan bumi ini. Dan, memang engkau telah mendapatkannya
wahai Asma. Selamat untukmu
Wahai ukhti muslimah, wahai para istri yang diamanahi suami oleh Rabbmu simaklah kisah Asma berikut ini
~ Asma berkata: "Zubair telah menikahiku sedangkan dia tidak mempunyai
kekayaan dimuka bumi, selain seekor kuda, & aku senantiasa
memberikan makan kudanya, mencukupi persiapan makanannya, &
mencarikan rumput untuk kudanya, serta menumbuk biji kurma untuk makan
kudanya, juga mengambil air & memperbaiki ember tempat minumnya,
serta menumbuk gandum untuk membuat roti, krn aku kurang mahir membuat
roti maka beberapa orang tetanggaku dari wanita-wanita Anshar yg
membuatkan roti untukku. Mereka ini semua adalah wanita yg jujur
(baik).”
~ Kata Asma: “Aku juga menjunjung (mengusung) buah
kurma di atas kepalaku dari kebun yang dijatahkan Rasulullah kepada
Zubair sejauh dua pertiga farsakh (sekitar 2 km). “
~ Asma
berkata: “Pada suatu hari aku pulang dengan mengusung buah kurma diatas
kepalaku, kemudian aku bertemu dengan Rasulullah shalallahu alihi
wassalam beserta beberapa orang sahabat beliau, lalu Rasulullah
memanggilku. “
~ Beliau berucap: “ Ikh, ikh.. (menyuruh ontanya
berlutut) untuk membonceng dibelakang beliau. Kata Asma (ketika
bercerita kepada suaminya): “ Aku merasa malu dan aku mengerti bahwa
engkau adalah pencemburu.”
Suaminya menjawab: “Demi Allah, sungguh
engkau mengusung kurma diatas kepalamu adalah lebih aku sukai daripada
kamu naik onta bersama Rasulullah".
~ Asma berkata: “Setelah
peristiwa itu, Abu Bakar (ayahku) mengirimkan seorang pelayan sehingga
aku tidak lagi turut mengurus kuda dan aku terbebas dari kerja berat.”
(HR. Muslim no.1436, Bukhari no.4973 lihat pula Fathul Bari jilid 10/400 hadits no.5224).
_____________
Bahan Rujukan:
* Fathul Baari,juz 10, Ta'liq Syaikh Ibnu Baaz, Daarul Fikr, Beirut, Lebanon.
* Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.
* Tarjamah Shahih Bukhari, Asy-Syifa, Semarang.
Kamis, 08 Maret 2012
bismillah....
Sejenak ku larut dalam bayangan masa lalu. Ku ingat kembali masa2 yang indah dan bahagia serta duka yang menyelimutinya. Betapa tidak.., semua telah ku persiapkan untuk kehadiranmu. Segala rasa suka cita dan harap-harap cemas menghantui diriku.
Kami menantimu....
Dan....,saat itu pun datang juga. Ketakutan, kesakitan, perih, susah, payah,lelah....,semua ku kesampingkan demi mu. Rasa bahagia ingin berjumpa denganmu, melihat wajahmu, memelukmu dan mendengar tangisanmu lebih menghipnotisku. Ku ingat engkau dalam perjuangan hidup matiku. Ku ingin engkau selamat dlm perjalannmu untuk sampai ke dunia ini.
Alhamdulillah...,sayang..... anak ku FAYZA SAKHSIYYAH LAYYANA, engkau terlahir ke dunia, tepat pada Hari Senin 5 Maret 2007 pukul 18.47 WIB.
yaaahh.....,itu lah namamu. Nama satu2 nya yang ku persiapkan bersama Buyamu untuk MUJAHIDAH KU YANG TANGGUH. Alhamdulillah....., seketika segala rasa takut, sakit, lelah, lemah lenyap seketika.
Aku melihat mu...., tapi..... ada apa ini...???
Aku tak mendengar suara tangisanmu yang lantang seperti orang orang bilang itu.
semua panik....,
dan mereka pun membawamu jauh dari ku.
Maafkan aku sayang..., ku tak bisa merengkuhmu..., karena ku tak berdaya saat itu.
Kita terpisah sayang...
esoknya aku baru tau bahwa ada yang salah dengan kondisi mu, dan engkau harus mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin dan yg lebih baik.
Ku tak sabar ingin bersama mu. Aku kuatkan diri agar bisa berjumpa dan memelukmu.
Aku bisa....
Akhirnya aku pun bisa menemui mu, melihat wajahmu, memelukmu, menciummu.
Namun engkau tetap terlelap dalam tidurmu.
Kau tak peduli betapa bising dan hiruk pikuknya ruangan itu dengan suara tangisan teman-teman mu.
Ada apa dengan anakku....????
Ku tanyakan pd petugas medis yang memeriksamu saat itu.
Mereka hanya bisa bilang kepadaku..."Banyak-banyak berdo'a saja pada yg Maha Kuasa, semoga bisa tertolong".
Astagfirullahal'adzim....!!!!
Masya Allah...,yaa Rabb....!!! Ada apa dengan mujahidah kecil ku...????
La haula wala quwwata illabillah......
Hari ke hari ku lalui bersamamu yang terus terlelap didalam kotak inkubator itu.
Menyaksikan engkau berbalut kabel-kabel yang tersambung ke monitor,
jarum-jarum dan selang infus yang tiap sebentar masuk,
dicabut dan dimasukkan lagi menusuk kulit dan tubuh mungil mu.
Tapi..., tetap tak ku dengar suara tangisanmu,
yang ku dapati hanyalah buliran bening yang mengalir disudut matamu.
Kau begitu sabar anakku....
Sungguh...,aku benar-benar tak sanggup melihatmu.
Ingin ku ambil alih semua rasa sakit mu.
Bathin ku begitu rapuh melihat penderitaanmu.
Namun engkau tetap tabah, sabar dan bertahan dgn segala rasa sakitmu.
Tak terasa...., 21 hari sudah ku lewati bersamamu di ruangan itu.
Namun engkau tetap tak ada perkembangan.
Engkau masih terlelap dalam tidurmu itu.
Semua telah ku pasrahkan dan ku ikhlaskan kpd-Nya apapun kondisimu.
Alhamdulillah, ada sedikit harapan yang Allah berikan,walaupun sangat tipis.
Kami ambil keputusan itu dgn segala keyakinan dan pengharapan.
Yaaahh....,tepat hari ke 23
satu-satunya obat yg bisa menyadarkanmu dari tidur lelapmu bereaksi
dan engakupun terjaga.
Engkau menangis tiada hentinya, walau tangisanmu masih lemah.
Engkau hanya diam bila ku susui hingga tertidur pulas di pangkuanku.
Engkau akan terjaga bila ku taruh di dalam box inkubatormu, karena kau tak boleh berlama2 di luar box mu itu hingga tubuhmu stabil anakku.
Engkau seakan akan tak mau berada disitu.
Kian hari kondisimu makin membaik.
Bahkan para perawat dan dokterpun berdecak kagum akan perjuanganmu anakku.
Betapa tidak..., karena tidak semua anak mampu bertahan dgn kondisi spt mu.
Dalam satu hari ada 2 sampai 3 bayi yang masuk ke ruang NICU itu.
Dan dalam sehari juga 2 sampai 4 bayi pergi menghadap Sang Khaliknya.
Sungguh....,kekuatan yang luar biasa dalam tubuh mungilmu anakku,
kekuatan dari Rabb mu.
Alhamdulillah....,engkau makin membaik dan diperbolehkan pulang.
Tak sabar rasanya, ku ingin segera tiba di rumah, dan memandikan mu.
Karena sudah 27 hari engkau tak mandi dengan layak.
Dan....,hari ke 29 kita sudah di rumah.
Alhamdulillah....,perjuangan yang sungguh sengit engkau lakukan.
Kesabaran diatas rasa sakit dan derita mu menjadikanku kuat.
Fayza ku...,putri kecilku...
Apapun kondisimu...
Engkau lah mujahidah ku yang tangguh....
Kau ajarkan aku arti kehidupan
Kau ajarkan aku arti kesabaran
kau ajarkan aku keikhlasan
dan kau ajarkan aku arti sebuah kekuatan...
We always love u sooo mucchh...!!!
Sekarang engkau telah genap berusia 5 Tahun...
Ada rasa bahagia dan haru didada ku
aku lihat engkau tetap tegar , berjuang dengan kondisi yg sangat berbeda bagi sebagian orang
tapi aku bangga... sampai detik ini, engkau masih mempunyai insting akan keberadaan kami orang tua mu..
Terima Kasih MUJAHIDAH... engkau mengajarkan ku arti perjuangan sesungguhnya..
Engkau menunjukan kami arti KEBESARAN ALLAH yg terpancar dari sorot mata mu
ALLAHU AKBAR.....
umur 3 hari umur 23 hari
umur 7 bulan
saat ini
mata mu yang berbicara ......!!! luv u my sweet heart
Selasa, 06 Maret 2012
Romantisnya Rasulullah SAW
Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga.
Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah ‘heboh’, tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan tentunya.
Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu.Namun sepertinya, ada hal yang sering terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam urusan romantisme berumah tangga? Sehingga Nabi SAW karena romantismenya yang luar biasa terhadap para istri beliau tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.
Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua, rumah tangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami.
Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita kurang romantis!
Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.
Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya.
Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?”. Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti”
Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.
Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya”. Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.
Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.
Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.
Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. “Wahai si pipi kemerah-merahan” adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah.
Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan berumah tangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya.
Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa.
Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumah tangga kita?
Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu?
Dari eramuslim.com
CINTA TIADA AKHIR
![]() |
Di sebuah desa yang sungguh membuatku merasa damai.
Hijau alam sekitar dengan hamparan sawah dan ladang
dan langit biru nan luas membentang.
Membuatku takjub akan kebesaran Mu ya Rabb...
Sungguh sempurna lukisan Mu...
Ku terus melangkah sembari memuja ciptaan Mu.
Sorak sorai kegembiraan anak-anak desa begitu cerianya.
Mereka bermain begitu senangnya, hingga ku ingin ikut serta.
Subhanallah...
Yaa Rabb.... sungguh tak henti-hentinya ku memuja Mu....
Ku lanjutkan kembali langkahku...
Dari kejauhan, ku lihat sosok seorang wanita tua
yang duduk dengan manis di depan rumahnya
Menatap jauh kebelakang ku.
Seolah olah dia menanti sesorang.
Ku hampiri wanita tua itu....
Sapaan nan lembut dan penuh keibuan.
Ku coba buka pembicaraan untuk mengenal dirinya.
Hmmm....amat terbuka....
Dia hidup sendiri setelah ditinggal pergi sang suami entah kemana
Namun..., dia terus berharap sang suami akan kembali kepadanya.
Aku tak terlalu tahu apa sebabnya.
Namun, ku lihat kesetiaannya yang begitu sangat pada belahan jiwanya.
Tak peduli apakah ia apa, bagaimana dan kenapa pergi begitu saja
meninggalkan dirinya..
Aku terharu, hanyut dalam kisah sedih hidupnya...
Tak ada rasa marah, dendam, benci dalam dirinya
Yang ada adalah sebuah pengharapan agar belahan jiwanya kembali.
Subhanallah.... begitu indah bathin mu...
Tak lama..., dia pun bangkit berdiri kegirangan...
Aku menatap heran...
Wajahnya sangat sembringah...
Kegembiraan yang begitu sangat terpancar di wajahnya.
Dia menatap jauh ke arah belakangku...
Ku palingkan wajah ku...
Dari kejauhan ku lihat sosok lelaki yang berjalan sambil tertunduk
sembari melihat ke arah kami...
Makin lama makin dekat..
dan..., akhirnya lelaki itupun tepat berhenti di hadapan kami.
Aku terdiam....melihat mereka penuh tanda tanya dan bingung.
Dan.., wanita tua itupun langsung menciumi tangan lelaki itu
dengan berurai air mata.
Wanita tua itu terus menciumi tangan lelaki itu
hingga sampai bersujud memegangi kedua kaki lelaki itu.
Aku menatap heran...
Dan....tanpa terasa ada butiran-butiran bening mengalir deras di mataku.
Aku terharu....
Tapi....aku semakin terisak menyaksikan dua insan itu.
Tanpa di sadari tubuh lelaki itu lemas dan lemah
Seketika tubuh itupun terduduk diam menatap nanar pada wanita tua itu.
Namun...,wanita tua itu masih hanyut dalam kerinduan yang amat dalam.
Dia masih terus mnciumi dan menggenggam tangan lelaki itu
yang telah basah dengan air matanya.
Aku sungguh tak tahan menyaksikan episode Cinta ini.
Akhirnya... wanita tua itupun baru menyadari bahwa tubuh lelaki itu
diam tak bergeming lagi.
Sontak tangisan dan pekikan pun membuncah...
Dia...lelaki itu...
Belahan jiwanya...,tlah pergi...dan takkan kembali lagi...
Yaa Rabb....satukanlah mereka di Jannah Mu....
Langganan:
Postingan (Atom)






